Rabu, 29 Juli 2009

SUSAH TIDUR? MUNGKIN PONSEL PENYEBABNYA

Susah tidur?? Mungkin saja penyebabnya dari ponsel yang biasa sahabat gunakan, karena berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Wayne State University di Detroit, Amerika Serikat dan Karolinska Institute di Swedia, menggunakan ponsel menjelang tidur akan mengurangi kualitas tidur. Sakit kepala, rasa lelah saat bangun tidur serta insomnia adalah efek dari menggunakan ponsel menjelang tidur.

Menjelang tidur banyak orang yang suka mengobrol dengan kekasih atau sahabat melalui ponsel selama berjam-jam. Jika Anda memiliki kebiasaan demikian sebaiknya mulai sekarang dikurangi dan usahakan untuk dihilangkan.

Secara umum, menggunakan ponsel sebelum waktu tidur apalagi dalam waktu lama, akan membuat kualitas tidur menurun. Hal itu akan berakibat pada kondisi tubuh yang menurun keesokan harinya.

Penelitian ini melibatkan 35 pria dan 36 wanita responden yang berusia antara 18 hingga 45 tahun. Dari penelitian diketahui, beberapa responden terkena radiasi dari ponsel.

Radiasi inilah yang mengurangi kualitas tidur dan berefek negatif pada kesehatan. Jika kebiasaan menggunakan ponsel ini terus dilakukan, radiasi yang menempel pada tubuh semakin banyak dan bisa menimbulkan efek jangka panjang.

Penggunaan ponsel juga sebenarnya mempengaruhi perubahan spesifik pada bagian otak yang mengatur sistem penanganan stres. Tidak hanya menimbulkan insomnia dan rasa lelah, tetapi juga akan membuat sikap menjadi lebih agresif dan cepat emosi.

Radiasi dari ponsel sebenarnya bisa dikurangi dengan tidur lelap. Untuk itu banyak pakar kesehatan yang merekomendasikan untuk mematikan ponsel menjelang waktu tidur.(viva news dot com / yahoo news)

Jumat, 24 Juli 2009

BAHAYA DARI PENGGUNAAN SANDAL JEPIT

Sandal Jepit, siapa sih yang tidak kenal dengan sandal jepit? Barang yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Banyak orang yang suka mengenakan sandal jepit karena sangat nyaman (termasuk teman kantor blog-santai yang slalu pake sandal jepit kalo sudah berada di ruangan). Modelnya yang sederhana dan tersedia dengan berbagai warna serta hiasan membuat orang sering menggunakannya baik untuk santai, dirumah bahkan saat ke toilet.

Di balik rasa nyaman menggunakannya, ternyata sandal jepit menyimpan bahaya. Tim peneliti dari Auburn University, Alabama, Amerika Serikat mengungkapkan sering menggunakan sandal jepit akan berdampak negatif pada kesehatan kaki. Hal itu diketahui dengan meneliti gerakan kaki 390 orang yang sering menggunakan sandal jepit.

Dari rekaman gerakan kaki responden, terlihat perubahan drastis dalam cara berjalannya. Langkahnya menjadi lebih pendek dan terlihat lekukan di bagian pergelangan kaki. Hal itu menunjukkan kalau otot kaki tidak normal dan juga akan berpengaruh pada otot pinggul.

Dengan menggunakan sandal jepit, ibu jari dapat tertekan, yang akan berefek negatif pada jaringan otot kaki. Pembengkakan, nyeri, dan ngilu adalah beberapa efek yang ditimbulkan jika seseorang sering menggunakan sandal jepit. Meskipun sandal jepit nyaman dan membuat kaki mendapatkan cukup udara tetapi sebaiknya Anda jangan terlalu sering menggunakannya.

Sinyal peringatan dini yang harus diwaspadai:
Jari bengkok (hammertoe)
Otot tetap berkontraksi karena mencengkeram sandal agar tetap pada tempatnya.

Melepuh
Disebabkan oleh iritasi di tempat tali karet menggesek di antara dua jari kaki.

Hindari penggunaan sandal jepit ketika:
-Berjalan di permukaan yang licin.
-Mengemudi.
-Berlari.
-Berjalan jauh.

Kekurangan sandal jepit:
- Tidak ada perlindungan.
Meningkatkan risiko jari kaki luka atau patah karena menabrak kaki meja, terkena benda tajam, dan terbakar panas sinar matahari.

- Tidak memiliki lengkungan pendukung.
Menyebabkan nyeri tumit.

- Tidak memiliki pendukung pergelangan kaki atau daya tarik.
Membuat orang mudah terpeleset, keseleo, dan patah kaki.

Berjalan dengan sandal jepit menciptakan ketegangan tambahan.
- Guncangan dari tumit mencapai lutut dan kembali ke tumit.
- Tekanan berat pada tendon achilles.
- Otot plantar fascia, di lengkungan telapak kaki, tegang.
- Jari harus bekerja ekstra.

Peneliti menyarankan untuk menggunakan sandal jepit yang yang memiliki tali penyangga di bagian pergelangannya. Tali tersebut bisa menyangga otot kaki Anda dan mencegah terjadinya cedera. 


Tambahan informasi yang mungkin bermanfaat Cara Beriklan di Internet dan Info Harga Handphone Nokia Terbaru ....

(Viva News/Yahoo News/Tempo interaktif)

Senin, 20 Juli 2009

UNIK GAN, AKIBAT TOILET MACET ASTRONOT PUN NGANTRI

Hua...haha..hahaha..., pernah mengalami ngantri ke Toilet ? goceng yakin hampir semuanya pernah mengalaminya, entah itu dirumah atau pun di tempat umum...gubrak!!! pasti rasanya tidak enak buanget, rasanya pengen teriak aja. Kalau tempatnya sepi sih bisa langsung tancap ke semak-semak (cowok), tapi untuk cewek mau kemana???? trus apa jadinya bila toilet yang ada diluar angkasa macet? dan Jika toilet tersebut tak dapat diperbaiki dalam waktu enam hari, itu dapat menjadi masalah yang lebih serius...

Para astronot yang menghuni Stasiun Antariksa Internasional, kini harus menghadapi antrian panjang untuk ke kamar mandi, karena toilet utamanya macet. Atrian ke kamar kecil dan kamar mandi terjadi, terutama pada saat jam istirahat. Macetnya toilet utama itu, karena saat ini Stasiun Antariksa Internasional dihuni 13 astronot, rekor tertinggi jumlah penghuni di dalam stasiun antariksa tersebut. Di stasiun antariksa, para astronot itu, sejak Minggu (19/7) tengah memasang pallet peralatan dengan sepasang lengan robot.

Akibat macetnya toilet utama, astronot berebutan untuk menggunakan toilet cadangan di bagian Rusia di stasiun antariksa itu dan di pesawat ulang-alik Endeavour, yang datang berkunjung. "Pasang tanda tak bisa dipakai di WHC (kompartemen kesehatan dan buangan)," kata Pemantau Misi Hal Getselman, dilakukan setelah upaya tanpa hasil untuk melakukan perbaikan, sebagaimana dilaporkan kantor berita Inggris, Reuters.

Kamar kecil tersebut, yang dihubungkan dengan sistem daur ulang air limbah di stasiun itu, telah menjadi kamar mandi utama semua awak. NASA membatasi penggunaan toilet pesawat ulang-alik karena itu dapat menimbun air limbah di dalam pesawat, seperti yang terjadi selama penerbangan. Sampah air limbah dapat mencemarkan peron yang baru dipasang di stasiun tersebut bagi percobaan ilmiah. Instalasi mirip serambi tersebut dipasang di luar laboratorium Jepang, Kibo, di stasiun itu selama astronot melakukan jalan di udara Sabtu.

Peron tersebut akan digunakan untuk melakukan percobaan yang perlu dipajan ke lingkungan antariksa terbuka. "Untuk saat ini, jika semua (anggota awak pesawat ulang-alik) menggunakan toilet pesawat, itu akan menjadi masalah," kata Direktur Penerbangan Brian Smith. Jika toilet tersebut tak dapat diperbaiki dalam waktu enam hari, itu dapat menjadi masalah yang lebih serius, tambah Smith. "Kami belum tahu besarnya masalah," katanya. (kompas dot kom)

Kamis, 16 Juli 2009

Iuran Sekolah Pake Sayur

Hari gini bayar sekolah pake sayur...memang ini bukan ide gila, tapi ide yang luarrr biasa guna membantu masyarakat ekonomi lemah. Apalagi saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang masih belum dapat mengenyam pendidikan secara layak dikarenakan tingkat ekonomi yang masih jauh dari cukup. Sehingga pendidikan gratis dengan kualitas baik menjadi dambaan masyarakat. Maka beruntunglah warga Banyuwangi, Jawa Timur. Di sana, berdiri sekolah alam bernama Banyuwangi Islamic School (BIS). Para murid membayar iuran sepekan sekali. Iurannya bukan dengan uang, melainkan dengan sayur-mayur. Sayur-mayur itu pun nantinya dikonsumsi oleh siswa BIS sendiri.

Sekolah alam ini berdiri sejak empat tahun silam. "Kita menampung anak-anak yang kurang mampu. Baru tahun ketiga ada anak mampu yang masuk ke sini," ucap Kepala Sekolah BIS, Muhammad Farid, di Banyuwangi, baru-baru ini.

Kelas BIS didirikan tanpa dinding atau sekat. Alhasil, bangunan yang terbuat dari bambu ini tampak menyatu dengan alam sekitar. Bahasa Inggris, Arab, dan Jepang menjadi bahasa percakapan sehari-hari murid dan pengajar.

Untuk dana operasional, sekolah ini mengandalkan sumbangan sejumlah donatur. Guru pun digaji relatif rendah. Namun kekurangan itu tak menjadi halangan bagi mereka untuk memberikan pendidikan berkualitas.

Salut dech buat "penggas" berdirinya sekolah tersebut serta para tenaga pengajar yang terlibat. Walaupun digaji relatif rendah tanpa mengenal REMUNERASI (yang katanya akan terlaksana bulan januari 2010), mereka tetap semangat demi memajukan bangsa dan negara ini lewat dunia pendidikan. Mudah-mudahan ide positif ini dapat menular kepada siapa saja, sehingga akan muncul hal-hal yang positif lainnya guna kemajuan bangsa ini. (liputan 6/yahoo News)

Senin, 13 Juli 2009

Ternyata Senyum Bisa Diukur

Senyum Itu Indah, Senyum Itu Ibadah... Kalimat tersebut sering kita dengar, tapi kenyataannya masih jauh dari yang diharapkan. Bahkan di beberapa Layanan Publik pun masih ada beberapa OKNUM yang tidak menerapkan kalimat tersebut. Tentunya ini akan berakibat buruk terhadap perusahaan atau kantor tersebut... Beda dengan Negara Jepang, saat negara tersebut ini sudah mulai dicoba menerapkan pemeriksaan senyum guna meningkatkan layanan (ada-ada aja ya...).

Seperti pada sebuah perusahaan kereta api Jepang memberlakukan sistem untuk memeriksa apakah karyawannya sudah cukup tersenyum atau belum.Peralatan komputer akan dipasang di 15 stasiun kereta api di Tokyo untuk mengukur, apakah lingkaran senyum para karyawan memang sudah cukup besar.

Mereka yang dianggap masih belum tersenyum sesuai besaran yang diharapkan akan diminta lebih gembira. Sistem ini juga akan diterapkan di sebuah rumah sakit di Osaka untuk memastikan agar para staf sudah cukup bersahabat. Selain di rumah sakit, sistem ini rencananya akan dipasang di tempat pemberhentian truk untuk melihat, apakah para sopir sudah lelah atau belum.

Wartawan BBC di Tokyo, Roland Buerk, mengatakan bahwa Jepang amat menghargai layanan yang baik kepada para pelanggan. Dalam layanan kereta api, misalnya, para kondektur diharuskan berpakaian rapi dan menunduk hormat, baik jika pelanggan masuk, maupun keluar dari gerbong.

Sistem pengukur senyum ini dikembangkan perusahaan Jepang, Omron, yang menyarankan produk mereka juga bisa digunakan di toko-toko guna memastikan reaksi dari para pelanggan atas barang-barang yang dipajang.

Sudahkah sahabat tersenyum hari ini??? minimal ketika lagi baca Goceng's Blog, sahabat wajib senyum... Kalau sahabat masih belum bisa tersenyum, liat saja Video Bayi Bermain Sepatu Roda, dijamin pasti tersenyum. Dan kalau sudah tersenyum, sekarang wajib menulis komentar...(kompas dot com)

Sabtu, 11 Juli 2009

BENARKAH MENGUAP DAPAT MENULAR?

Nah lho...dilihat dari judulnya aja sudah pada bengonk plus bingunk jikalau menguap benar-benar bisa menular, padahal menguap itu sudah menjadi bagian dari kita. Ada tidak ya? Yang tidak pernah menguap (blog-santai malah sering tuch..) ? Umumnya, kita menguap di saat merasa bosan, lelah, atau mengantuk. Semua hal itu tak berkaitan secara langsung. Oleh karenanya, hingga kini para ahli masih belum bisa memaparkan penjelasan mengenai mekanisme alamiah pada tubuh manusia ini selalu terjadi. Teori paling populer adalah kita menguap karena kadar oksigen di paru-paru berkurang. Saat membuka mulut dan menghirup udara, oksigen masuk dan kembali memenuhi paru-paru.

Belakangan, muncul pendapat yang seolah menegaskan anggapan bahwa menguap bisa menular. Artinya, saat melihat orang lain menguap, tanpa disadari kita akan ikut menguap. Steven Platek, PhD, psikolog dari State University of New York di Albania, melakukan pengamatan untuk menemukan kejelasan dari fenomena ini. Hasilnya menunjukkan, 40-60 persen relawan cepat "tertular" orang lain yang sedang menguap, baik yang berada di dekatnya ataupun yang mereka lihat di layar kaca. Meski Platek dan timnya belum mampu menjelaskan mekanisme "penularan" ini, mereka yakin kedua hal itu berkaitan.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam edisi terbaru jurnal Cognitive Brain Research ini menyebutkan bahwa bila kita ikut menguap saat orang lain menguap, hal itu bisa dianggap sebagai respons empatetik, sama halnya seperti tertawa. Artinya, menguap menjadi cara dalam menunjukkan empati kita terhadap perasaan orang lain. “Menguap tidak hanya bisa dipicu setelah melihat orang lain menguap, tetapi juga mendengarkan, membaca, atau bahkan berpikir tentang menguap," kata Platek, yang memimpin penelitian tersebut.

Jadi berdasarkan pengalaman sahabat semua, bagaimana? Apakah benar menguap itu benar-benar menular? Dan berhubung mata sudah ngantuk dan dari tadi sudah menguap terus (mungkin tertular karena tulis artikel menguap) Sudah saatnya tidur nih, jangan ngintip ntar ketahaun dong kepribadian Goceng.


Tambahan informasi yang mungkin bermanfaat Cara Beriklan di Internet dan Info Harga Handphone Nokia Terbaru ....
(Kompas dot com)

Kamis, 09 Juli 2009

VIDEO LUCU BAYI BERMAIN SEPATU RODA

Video Lucu Bayi Bermain Sepatu Roda. Hebatzzz... bila ada sekelompok bayi yang dapat bermain menggunakan sepatu roda serta mampu meluncur dengan gerakan memukau, berbahaya, dan sulit untuk dilakukan oleh bayi seukurannya bahkan orang dewasa sekalipun, seperti melompati pagar di sebuah taman, berjumpalitan ataupun salto. Tapi sebuah iklan televisi di Inggris yang mengangkat atraksi hip-hop sejumlah bayi dengan sepatu roda telah menimbulkan sensasi tersendiri di internet. Tayangan video Lucu Bayi bermain sepatu roda ini yang mengenakan popok dan kaus singlet ini telah disaksikan oleh lebih dari 4 juta pengunduh di situs YouTube dalam sepekan terakhir.






Sekelompok 96 bayi dengan sepatu roda hasil rekayasa efek khusus ini tampil dalam remix tayangan klip lagu "Rapper's Delight" dari Sugarhill Gang di sebuah taman kota. Film berdurasi 60 detik ini diproduksi di Pinewood Studio, London, sebagai bagian promosi produk air mineral Evian dalam kampanye web video dan program televisi internasional, Live Young.

Belum ada jadwal tentang kapan video ini akan ditayangkan oleh televisi Inggris. Menanggapi tayangan iklan itu di YouTube, salah satu pengunduh pria berkomentar: "Iklan ini merupakan salah satu tayangan sangat memikat yang pernah kusaksikan".
Nah gimana komentar sahabat mengenai video Lucu Bayi bermain sepatu roda??? ditunggu ya... (kompas.com/youtobe)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | ewa network review